Dalam kehidupan manusia ada kaya ada miskin, bentuk keadilan
Illahi dengan harapan satu sama lain saling mengisi dan berbagi, yang kaya
berbagi pada simiskin sebab harta yang dimilikinya adalah amanah, sikaya diberi
kelebihan dalam mencari harta untuk simiskin sebab tanpa ada orang miskin tiada
pula orang kaya. Namun demikian orang kaya bukan berarti mereka lepas dari
kesulitan hidup, dipandang diluar enak belum tentu didalamnya, sebagai Falsafah
Sawang Sinawang berkut ini
FALSAFAH INDAH "SAWANG SINAWANG"
Oleh : Ir Andik Setiawan
Via WA Grup Kampoeng 88
Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat...
Ternyata ia hanya menutupi kekurangan'nya tanpa berkeluh
kesah...
Aku melihat hidup teman²ku tak ada Duka dan Kepedihan...
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri...
Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian...
Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam
kehidupan'nya...
Aku melihat hidup
sahabatku begitu sempurna...
Ternyata ia hanya berbahagia "menjadi apa
adanya"...
Aku melihat hidup tetanggaku beruntung...
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung...
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang
lain...
Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku...
Tapi rejekiku tahu dimana diriku...
Dari Lautan Biru, Bumi dan Gunung, Tuhan telah
memerintahkan'nya menuju kepadaku...
Tuhan Yang Maha Pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10
hari aku dalam kandungan ibuku...
Hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa
yang telah dinikmati...
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan
ditanya kelak...
"Darimana dan digunakan untuk apa..?!"
Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan
"Hak Milik"...

0 komentar:
Posting Komentar