Sabtu, 19 November 2016



Dalam kehidupan manusia ada kaya ada miskin, bentuk keadilan Illahi dengan harapan satu sama lain saling mengisi dan berbagi, yang kaya berbagi pada simiskin sebab harta yang dimilikinya adalah amanah, sikaya diberi kelebihan dalam mencari harta untuk simiskin sebab tanpa ada orang miskin tiada pula orang kaya. Namun demikian orang kaya bukan berarti mereka lepas dari kesulitan hidup, dipandang diluar enak belum tentu didalamnya, sebagai Falsafah Sawang Sinawang berkut ini

FALSAFAH INDAH "SAWANG SINAWANG"

Oleh : Ir Andik Setiawan
Via WA Grup Kampoeng 88

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat...
Ternyata ia hanya menutupi kekurangan'nya tanpa berkeluh kesah...
Aku melihat hidup teman²ku tak ada Duka dan Kepedihan...
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri...
Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian...
Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupan'nya...
 Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna...
Ternyata ia hanya berbahagia "menjadi apa adanya"...
Aku melihat hidup tetanggaku beruntung...
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung...
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain...
Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku...
Tapi rejekiku tahu dimana diriku...
Dari Lautan Biru, Bumi dan Gunung, Tuhan telah memerintahkan'nya menuju kepadaku...
Tuhan Yang Maha Pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku...
Hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmati...
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak...
"Darimana dan digunakan untuk apa..?!"
Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan "Hak Milik"...

0 komentar:

Posting Komentar